1. DUST DEVIL
Pada dasarnya, dustdevil, puting beliung dan tornado adalah fenomena alam yang sama-sama berupa pusaran angin yang terjadi di permukaan bumi. Namun, meski begitu tetap saja ada beberapa perbedaan-perbedaan di antara ketiga fenomena tersebut. Berikut kami akan menjelaskan apa saja perbedaan dari dust devil, puting beliung, dan tornado.

Dust Devil adalah fenomena alam yang berupa angin yang berpusar, yang kuat dan relatif berumur panjang, mulai dari kecil (lebar setengah meter dan tinggi beberapa meter) sampai besar (lebar lebih dari 10 meter dan tinggi lebih dari 1000 meter). Dust Devil bergerak vertikal ke atas dan biasanya tidak membahayakan karena tidak terlalu kuat dan jangka hidupnya hanya sebentar.
Proses terbentuknya dust devil bermula dari udara panas di dekat permukaan yang meningkat dengan cepat melalui kantong kecil udara dingin, bertekanan rendah di atasnya. Lalu udara mulai berputar dengan cepat dan naik secara vertikal. Aliran sekunder menyebabkan udara panas lain bergerak secara horizontal ke dasar pusaran yang baru terbentuk. Saat lebih banyak udara panas bergegas ke arah pusaran yang berkembang, dust devil yang sepenuhnya terbentuk. Biasanya dust devil ini terjadi pada siang hari.
2. PUTING BELIUNG

Angin puting beliung merupakan salah satu fenomena alam dimana angin kencang yang keluar dari awan Cumulonimbus (Cb) dan membentuk suatu pusaran yang bisa mengangkat, melempar, dan menghancurkan benda – benda yang ada disekitarnya, dengan rata-rata kecepatan mencapai 34,8 knots.
Proses terbentuknya angin puting beliung memiliki tiga tahapan. Tahap pertama, yaitu fase tumbuh. Pada fase ini, di antara awan Cumulonimbus terjadi proses udara naik ke atas dengan kuat sedangkan hujan belum turun dan titik titik air maupun es kristal masih tertahan oleh udara yang naik ke atas.
Tahap kedua yaitu fase dewasa. Pada fase ini, naiknya udara ke atas tidak bisa dihentikan, sehingga hujan turun dan menimbulkan gesekan antara air hujan yang turun dan udara kencang yang naik ke atas menuju puncak awan. Saat terjadinya gesekan arus udara naik dan turun menimbulkan suatu pusaran yang kemudian disebut angin puting beliung.
Tahap terakhir yaitu fase punah. Pada fase ini, tidak ada arus udara yang naik melainkan arus udara menyebar dan meluas di seluruh awan. Tidak ada proses kondensasi, dengan demikian perlahan proses ini akan berhenti dan pertumbuhan awan akan berakhir.
3. TORNADO

Tornado adalah kumpulan udara yang berputar kencang yang membentuk hubungan antara awan Cumulonimbus yang menyatu dengan permukaan tanah. Angin tornado memiliki kecepatan mencapai 177 km/jam. Angin Tornado merupakan jenis angin yang sangat berbahaya karena dampaknya bisa menyebabkan kerusakan setiap bangunan yang dilewatinya dan juga menyebabkan adanya korban jiwa.
Sama seperti angin puting beliug, tornado juga memiliki tiga tahap pembentukan. Yang pertama yaitu fase tumbuh, pada fase ini terjadi arus udara yang naik ke atas di awan yang terjadi dengan kuat. Pada fasei ini diperkirakan hujan belum turun ke permukaan bumi, karena titik-titik air dan kristal es akan tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan. Yang kedua yaitu fase dewasa, di mana pada fase ini hujan turun dan menyebabkan gesekan diantara arus udara yang naik dan arus udara yang turun. Suhu pada massa udara yang turun akan lebih dingin dari suhu udara di sekitarnya. Arus udara yang naik dan arus udara yang turun akan menimbulkan arus yang memutar sehingga membentuk pusaran. Arus udara ini akan berputar semakin kencang dan menyerupai sebuah siklon yang mendekati bumi. Pada fase dewasa biasanya disertai dengan hujan deras yang membentuk sebuah pancaran air. Yang terakhir yaitu fase hilang. Pada fase ini massa udara yang naik akan menghilang, sehingga massa udara yang turun akan meluas ke seluruh bagian awan. Biasanya hujan akan berhenti dan massa udara yang turun akan melemah, sehingga pada fase punah ini menjadi fase berakhir tumbuhnya awan Cumulonimbus.
Itulah sedikit penjelasan mengenai dust devil, puting beliung dan tornado. Meski ketiganya sama-sama berupa pusaran angin, tetapi tidak semuanya membahayakan. Yang paling membedakan dari ketiganya adalah ukuran atau skala dari pusaran angin tersebut. Dust devil berskala kecil dan tidak merusak, puting beliung lebih besar dari dust devil dan dapat merusak sekitarnya. Lalu tornado merupakan yang paling membahayakan karena sangat besar dan dapat menyebabkan korban jiwa juga.

