STORM SURGE
Apa itu Storm Surge?
Gelombang yang terjadi karena tiupan angin badai. Umum terjadi di daerah Subtropis dimana badai sering terjadi. Di daerah pesisir, gelombang ini dapat menyebabkan air laut naik ke daratan dan menimbulkan kerusakan.
Bagaimana proses terjadinya?
Angin badai kuat bertiup di sepanjang permukaan laut dan menyebabkan air menumpuk saat mendekati garis pantai. Tekanan rendah di pusat badai menyebabkan air menggembung ke atas. Efek gelombang dari angin jauh lebih tinggi daripada yang disebabkan oleh tekanan rendah. Maka terjadi lah gelombang badai. Namun, ketika tingkat lonjakan dikombinasikan dengan pasang yang sudah ada, “gelombang badai” menjadi “gelombang pasang”.
Maka gelombang badai menghantam daerah pantai saat air pasang, itu dapat menyebabkan kerusakan yang lebih besar.

Apa faktor penyebabnya?
- Intensitas Badai.
- Lebar dan Kemiringan Dasar Lautan. Gelombang badai lebih tinggi terjadi, jika Lebar dan Kemiringan Dasar Lautan besar
- Ukuran. Badai yang lebih besar akan menghasilkan gelombang yang lebih tinggi.
- Angle of Approach to Coast. Badai yang bergerak di darat tegak lurus ke pantai lebih cenderung menghasilkan gelombang badai yang lebih tinggi
Beberapa Peristiwa Storm Surge
- Peristiwa gelombang badai terjadi di Indonesia pada pertengahan bulan Mei 2007 yang melanda kawasan pesisir Pulau Sumatera, Jawa, Bali dan pulau-pulau Nusa Tenggara Barat dan Timur.
- Siklon tropis Kirrily di atas Kepulauan Kai, Laut Banda, pada 27 April 2009 menyebabkan hujan lebat dan storm surge di wilayah ini.
- Pada tahun 1970 di Bangladesh, terbentuk siklon Bhola menyebabkan gelombang badai yang meyebabkan kematian 300.000 orang.
- Storm surge paling mematikan di abad kedua puluh satu disebabkan oleh siklon Nargis, yang menewaskan lebih dari 138.000 orang di Myanmar pada Mei 2008.
Lalu, apa pencegahan yang bisa dilakukan?


