Dipole Mode
Apa Sih Sebenarnya Dipole Mode itu?
Istilah Dipole Mode sebenarnya merupakan sebutan Populer dari Indian Ocean Dipole. IOD merupakan salah satu fenomena anomaly di Samudra Hindia. Merupakan gejala penyimpangan cuaca yang dihasilkan oleh interaksi antara permukaan samudera dan atmosfer di kawasan Samudera Hindia sekitar garis khatulistiwa (tropis) di sebalah barat sumatera dan di sebelah selatan Jawa.
Fenomena IOD dapat di identifikasi dengan menganalisis anomaly suhu muka iar laut ( SST) di Samudera Hindia di bagian Barat dan Timur. IOD biasanya dimulai sekitar Mei atau Juni, puncaknya antara Agustus dan Oktober dan kemudian membusuk dengan cepat ketika musim hujan tiba di belahan bumi selatan sekitar akhir musim semi.
Dipole Mode Index

Fenomena IOD direpresentasikan oleh perbedaan suhu permukaan air laut di bagaian Barat dan bagian Timur Samudera Hindia. Indeks perbedaan suhu permukaan air laut ini disebut Dipole Mode Index (DMI). Semakin besar Indeks ini , maka semakin kuat sinyal IOD dan semakin dahsyat dampak yang di timbulkan.
Suhu muka laut yang berlawanan terletak di bagian barat (50 oE – 70 oE, 10 oS – 10 oN) dan di bagian timur / tenggara (90 oE – 110 oE, 10 oS – ekuator).
DMI = SST WEST – SST EAST
Fase-fase IOD
- IOD Netral
- IOD Positif
- IOD Negatif
IOD Netral

Air dari Pasifik mengalir di antara pulau-pulau di Indonesia, menjaga lautan di Australia bagian barat laut tetap hangat. Udara naik di atas daerah indonesia dan jatuh di bagian barat cekungan Samudera dan meniupkan angin barat di sepanjang khatulistiwa. Temperatur mendekati normal melintasi Samudera Hindia tropis, dan karenanya IOD netral menghasilkan sedikit perubahan pada iklim Indonesi dan Australia.
IOD Positive

Ketika suhu muka laut di bagian barat perairan Hindia menjadi lebih panas. Sedangkan suhu muka laut di perairan bagian timur Hindia menjadi lebih dingin. Sehingga mengakibatkan bagian barat Sumatera bertekanan tinggi sementara pantai bagian timur Afrika bertekanan rendah.
Akibatnya massa udara akan bergerak dari bagaian barat Sumatera ke bagian timur Afrika yang mengakibatkan pembentukan awan-awan konvektif di wilayah Afrika dan menghasilkan curah hujan di atas normal.
Sedangkan di wilayah Indonesia akan mengalami penurunan jumlah curah hujan bahkan kekeringan , setelah uap air gagal dibentuk menjadi awan
IOD Negative

Ketika suhu muka laut di bagian barat perairan Hindia menjadi lebih dingin. Sedangkan suhu muka laut di perairan bagian timur Hindia menjadi lebih panas.
Akibatnya massa udara akan bergerak dari bagian timur Afrika ke bagian barat Sumatera yang mengakibatkan pembentukan awan-awan di wilayah Barat Indonesia dan sekitarnya .Dan menghasilkan curah hujan di atas normal
Penyebab Terjadinya IOD
Sirkulasi Walker : Perbedaan tekanan antara wilayah bagian timur Samudera Hindia dekat Pulau Sumatera bagian barat dengan bagian barat Samudera Hindia dekat Afrika yang mengakibatkan terjadinya aliran udara secara horizontal dari tekanan udara yang tinggi menuju wilayah dengan tekanan udara rendah.
untuk mengetahui lebih lanjut tentang sirkulasi walker : https://kakiawan.blogspot.com/2008/08/sirkulasi-hadley-sirkulasi-walker-dan.html
Angin zonal (timur-barat) : pergerakan massa udara dari barat ke timur Samudera Hindia atau sebaliknya. Sementara itu angin meridional juga berpengaruh terhadap fenomena Dipole Mode yang terjadi karena adanya aliran udara antara wilayah India bagian selatan dengan setelah barat Australia.

