Siklon Tropis

Siklon Tropis

  1. Pengertian Siklon Tropis

Pada website Meteorologi BMKG (http://meteo.bmkg.go.id/siklon/learn/01/id), Siklon Tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Secara teknis, Siklon Tropis didefinisikan sebagai sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam.

Dikatakan si cantik yang mematikan, karena Siklon Tropis ketika dilihat dari atas atau melalui satelit terlihat indah dengan awan berkeliling di satu tempat sehingga membentuk sebuah lingkaran yang mana di tengahnya terdapat lubang kecil. Namun sebenarnya si cantik ini sangat mematikan. Karena apabila Siklon Tropis sudah mencapai daratan maka akan hancur lebur di sebabkan anginnya yang begitu kencang. Di sisi lain, siklon tropis juga membawa dampak ke gelombang laut maupun angin kencang.

Menurut Holland (1993) Isitilah “hurricane” dan “typhoon” adalah istilah regional yang berarti “tropical cyclone” atau siklon tropis. Istilah lain yang dipakai adalah taifun yang berasal dari bahasa Jepang yang berarti angin besar dan istilah ini menjadi typhoon dalam bahasa Inggris. Siklon tropis adalah istilah umum untuk sebuah sistim tekanan rendah yang tidak frontal pada skala sinoptik di atas badan air di daerah tropis dengan organisasi teratur konveksi (dengan adanya kejadian thunderstorm) dan sirkulasi angin kencang di sekitarnya.

  1. Karakteristik Siklon Tropis

Untuk karakteristik pertama dari Siklon Tropis yaitu kecepatan angin maksimum dimana angin permukaan rata-rata 10 menit tertinggi yang terjadi di dalam wilayah sirkulasi siklon. Angin dengan kecepatan tertinggi ini biasanya terdapat di wilayah cincin di dekat pusat siklon, atau jika siklon ini memiliki mata, berada di dinding mata.

Karakteristik kedua yaitu ukuran siklon tropis yang menyatakan diameter wilayah yang mengalami gale force wind. Ukuran siklon tropis bervariasi. mulai dari 50 km (Cyclone Tracy, terjadi pada tahun 1977) hingga 1100 km (Typhoon Tip, terjadi pada tahun 1979).

Untuk daerah pertumbuhan siklon tropis mencakup Atlantik Barat, Pasifik Timur, Pasifik Utara bagian barat, Samudera Hindia bagian utara dan selatan, Australia dan Pasifik Selatan. Sekitar 2/3 kejadian siklon tropis terjadi di belahan bumi bagian utara. Sekitar 65% siklon tropis terbentuk di daerah antara 10° – 20° dari ekuator, hanya sekitar 13% siklon tropis yang tumbuh diatas daerah lintang 20° , sedangkan di daerah lintang rendah (0° – 10°) siklon tropis jarang terbentuk dikarenakan gaya corialis yang hampir mendekati nol.

  1. Syarat Terbentuknya Siklon Tropis

Untuk terbentuknya sebuah Siklon Tropis ada beberapa kondisi pendukung yang harus terdapat di lingkungan yaitu suhu muka laut yang hangat, adanya awan kumulonimbus, serta adanya gaya coriolis. (Gray 1968)

  1. Dampak Siklon Tropis
  2. Dampak Positif

Walaupun banyak kerugian yang timbul akibat siklon tropis, secara global
siklon tropis sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan panas atmosfer bumi dengan cara memindahkan panas, dan kelembaban yang tinggi di daerah tropis ke wilayah sub tropis dan kutub yang lebih dingin

  • Dampak Negatif

Karena ukurannya yang sangat besar serta angin kencang dan gumpalan awan yang dimilikinya, siklon tropis menimbulkan dampak yang sangat besar pada tempat-tempat yang dilaluinya. Dampak ini bisa berupa angin kencang, hujan deras berjam-jam, bahkan berhari-hari yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir, gelombang tinggi, dan gelombang badai (storm surge).

Siklon tropis di laut dapat menyebabkan gelombang tinggi, hujan deras dan angin kencang, mengganggu pelayaran internasional dan berpotensi untuk menenggalamkan kapal. Siklon tropis dapat memutar air dan menimbulkan gelombang laut yang tinggi. Di daratan, angin kencang dapat merusak atau menghancurkan kendaraan, bangunan, jembatan dan benda-benda lain, mengubahnya menjadi puing-puing beterbangan yang mematikan. Gelombang badai (storm surge) atau peningkatan tinggi permukaan laut akibat siklon tropis merupakan dampak yang paling buruk yang mencapai daratan.

Menurut sejarah, 90% siklon tropis mematikan. Perputaran siklon tropis yang mencapai daratan dan vertical wind shear di sekelilingnya akan menghasilkan tornado. Tornado dapat juga dihasilkan sebagai akibat dari vortisitas di dinding mata siklon yang tetap bertahan hingga mencapai daratan. (Website Meteorologi BMKG (http://meteo.bmkg.go.id/siklon/learn/07/id)

DAFTAR PUSTAKA

Gray, W.M. 1968. A global view of the origin of tropical disturbances and storms, Mon. Wea.
              Rev., 96, pp.669-700.

Holland, G.J. 1993. Ready Reckoner – Chapter 9, Global Guide to Tropical Cyclone
              Forecasting, WMO/TC-No. 560, Report No. TCP-31
. World Meteorological  
              Organization; Geneva, Switzerland.

Meteorologi BMKG. http://meteo.bmkg.go.id/siklon/learn. nt-size:11.0p

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai